Blog Guru SMA Santa Ursula Jakarta

Minggu, Oktober 11, 2009

It Takes Carbons To Make Diamond


Karbon mungkin menjadi sebuah unsur yang kita kenal sehari hari sebagai arang hitam lunak jelaga, sisa pembakaran, yang dihujat para environmentalis karena membuat CO2 yang menjadikan perubahan iklim dunia semakin panas.
Harga karbon sangat bervariasi, ada karbon yang hampir hampir tidak memiliki nilai, anda bisa beli sekarung arang bekas pembakaran hanya dengan harga yang murah, ada juga karbon yang sedikit memiliki nilai setelah mengalami proses dijadikan karbon aktif atau arang/grafit yang lunak sehingga mudah digunakan menjadi mata pensil untuk menulis, dan ada juga karbon yang cukup mahal ketika diolah menjadi serat serta karbon dan digunakan dalam berbagai struktur yang ringan seperti raket badminton (Carbonex) atau raket tennis, stick golf, stick pancingan sampai pada struktur mobil Formula One yang sangat ringan, hingga Struktur pesawat tempur siluman dan satelit yang bersandar pada penggunaan karbon komposit.
Karbon adalah salah satu dari sedemikian banyak material yang ada dimuka bumi ini, dan dari seluruh material/bahan yang ada didunia ini, ada satu material yang memiliki nilai yang sangat tinggi, yang dicari cari baik karena keindahannya maupun sifat mekanik yang dimilikinya. Diamond atau berlian merupakan sebuah material permata putih dan kaang berwarna hitam yang memiliki sinar cemerlang dan menarik, dan diakui saat ini merupakan material yang dikenal paling mahal harganya dan paling banyak dicari
Buat ilmuwan, diamond adalah material yang paling keras, dengan karakteristik yang ekstrim. Bila dibandingkan dengan material lain, diamond selalu berada peringkat paling atas. Selain dikenal sebagai material terkeras, paling sedikit terkompressi, paling kaku paling baik konduktor panas, dengan koefisien expansi panas terkecil, Inert terhadap asam dan alkali, transparant dan Berlian adalah salah satu material yang memiliki elektron negatif.
Sungguh Diamond atau berlian memiliki keindahan serta sifat karakteritik yang dicari cari oleh banyak orang. Namun siapa sangka kalau material yang putih dengan sinar cemerlang ini dulunya adalah sekumpulan karbon arang yang hitam legam yang memiliki arti bila tidak diproses. Berlian ternyata terbentuk dari sekumpulan elemen carbon individual, dengan karakteristik perulangan susunan atom C yang khusus sehingga membentuk kristal yang padat membuat diamond berbeda dengan arang. Hanya karena susunan atom C yang tercipta membentuk kristal spesial yang membuat Diamond lebih kuat dari baja sekalipun.
Kunci dari perbedaan mendasar antara grafit arang dengan diamond adalah susunan struktur kristal dari unsur Carbon. Pembentukan kristal yang berbeda ini sangat dipengaruhi oleh proses thermal dan kinetik yang diterima oleh sekumpulan karbon. Dimana pada suhu dan tekanan biasa sisa pembakaran atau karbon hanya akan menciptakan arang grafit yang lunak serta jelaga hitam. Namun bila proses pembakaran dilakukan pada suhu tinggi dikuti dengan tekanan lingungan sekitar yang tinggi, maka susunan kristal atom karbon menjadi semakin padat dan spesial sehingga menghasilkan sebuah diamond yang kuat, keras berkilauan.
Adalah Lingkungan yang sesuai yang telah membentuk carbon hitam menjadi sebuah kristal berlian yang putih cemerlang. Suhu tinggi, tekanan tinggi membuat susunan atom C pada berlian menjadi sangat padat, dan melepaskan struktur ikatan bawaan arang menjadi ikatan dengan susunan yang baru. Lantas apa korelasi fakta pembentukan berlian dan karbon dalam misi kita “Mereka Harus Sukses”. Tidak lain dan tidak bukan bahwa pendefinisian sukses pada sebuah pendidikan haruslah berpatokan pada sebuah penambahan Value added pada manusia. Sebagaimana penambahan nilai yang berlipat ganda yang terjadi bila sebuah karbon berubah menjadi sebutir berlian
Jadi ini sekaligus menjawab pertanyaan kita saat ini mengenai fungsi dan status kualitas institusi pendidikan. Sekolah yang baik bukanlah sekolah yang hanya menerima anak pintar kemudian bangga dengan kepandaian anak tersebut, namun sekolah yang berkualitas adalah sebuah lingkungan sekolah yang mampu merubah anak anak yang memiliki kemampuan serta keterampilan rendah menjadi anak anak yang high achiever, sehingga mereka menjadi pemuda pemuda memiliki nilai yang sangat tinggi di masyarakat kita, bahkan di dunia internasional sekalipun
Nah… jikalau kita menghendaki anak anak didik kita menjadi berlian yang berkilauan, maka persiapkan lingkungan, serta energi yang cukup dalam menciptakan sebuah sistem pendidikan yang memang pas. Banyak perubahan yang harus dilakukan pada institusi pendidikan kita untuk meningkatkan kualitas anak didik kita, para pendidik terutama harus mulai mendefinisikan ulang bagaimana bentuk pendidikan serta sekolah yang mampu menciptakan siswa yang berkilauan. Sebagaimana diamond yang terbentuk dalam proses yang tekanan dan suhu tinggi maka pembentukkan manusia juga memerlukan lingkungan adaptasi.
Satu hal lagi, sebagaimana yang kita tahu bahwa Berlian atau Diamond bukan barang murahan dia sangat jarang ditemukan, dan alam telah membentuk berlian ini, sebuah material yang keras yang sangat baik untuk digunakan dalam banyak desain terutama untuk peralatan potong. Berlian sangat mahal dalam proses penambangannya maupun proses pemotongannya. Tak mungkin rasanya menemukan sepotong berlian yang dapat diperoleh dengan harga murah.
Demikian pula dengan pendidikan anak anak kita, DONOT SETTLE FOR LESS MONEY. Sebab pendidikan memang membutuhkan komitmen dan pembiayaan yang memang besar. Jadi persiapkan komitmen tersebut untuk anak anak kita, disatu sisi lagi ..Awass..jangan tertipu dengan harga pendidikan yang mahal, sebab banyak orang yang tertipu mengeluarkan uang banyak namun hanya mendapatkan seonggok kristal gelas bukannya Berlian asli.
Membuat berlian dari seonggok arang memang terlihat fantastik, dan luar biasa, apalagi kemudian kita berusaha menerapkan hal yang sama untuk pendidikan anak anak kita.. diperlukan orang yang luar biasa yang mampu merubah anak anak menjadi pemuda tangguh pemberi solusi dimasa depan. Namun sebagaimana kata orang bijak , “ndak ada orang yang RUAR BIASA di dunia ini”, Yang ada disini adalah sebuah Mimpi yg Luar BiasaYang membutuhkan Kerja yang luar biasa Diperlukan empat kartu AS dalam mencapai ini yaitu kerja kerAS, kerja cerdAS, kerja tuntAS dan kerja ikhlAS.
Keep the fire on, mungkin kita tak akan mendapatkan diamond tersebut dalm satu atau dua generasi, tetapi semangat dan usaha kita pasti akan terlihat oleh anak anak kita, dan pada gilirannya mereka yang akan meneruskan kerja dan semangat ini. Hingga nantinya semangat membentuk generasi berlian terus mengalir dalam darah anak anak kita, menjadi modal pada pembentukan sebuah khasanah peradaban yang gemilang dan setimbang. and let them know ” Diamonds are Forever”