Blog Guru SMA Santa Ursula Jakarta

Selasa, Januari 29, 2008

Penyebab Jantung Koroner



Pada hari Sabtu, 19 Januari 2007, di aula SMA Santa Ursula dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi guru-guru di lingkungan Santa Ursula yang meliputi: pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat. Sebelumnya dilakukan penjelasan mengenai penyakit kanker. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Peduli Kanker Indonesia.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pola hidup seseorang sangat berperan dalam meningkatkan risiko terkena serangan jantung, seperti tekanan darah yang tinggi, kadar kolesterol yang tinggi, kebiasaan merokok, dan juga jarang berolahraga. Sedangkan faktor risiko lainnya dapat berupa gangguan diabetes, kegemukan, riwayat keluarga yang terkena penyakit jantung koroner (PJK), stres, usia, dan jenis kelamin. Pengendalian terhadap faktor-faktor risiko tersebut akan membantu seseorang terhindar dari aterosklerosis dan juga serangan jantung.

Tekanan darah tinggi
Menurut WHO, tekanan darah normal pada orang dewasa adalah maksimum 140/90 mmHg. Apabila tekanan darah seseorang di atas nilai tersebut pada beberapa kali pengukuran di waktu yang berbeda, maka orang tersebut dapat dikatakan menderita hipertensi. Penderita hipertensi memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena serangan jantung dan stroke.

Kadar kolesterol yang tinggi?
Kolesterol yang tinggi dalam darah akan mempercepat terjadinya aterosklerosis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar kolesterol yang tinggi merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan terjadinya PJK. Perlu diketahui, kadar kolesterol yang baik bagi orang dewasa adalah tidak lebih dari 200 mg/dl. Mereka yang memiliki kadar kolesterol 240 mg/dl memiliki risiko dua kali lipat untuk terkena PJK dibandingkan mereka yang kolesterolnya di bawah 200 mg/dl. Makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi seperti sea food, kuning telur, susu jenuh, dan es krim ternyata dapat meningkatkan kolesterol dalam darah. Sedangkan minyak ikan, minyak jagung, dan minyak bunga matahari merupakan bahan makanan yang baik untuk kolesterol karena mampu meningkatkan kolesterol ?baik? (HDL) dalam darah. Jenis lemak lainnya dalam darah yaitu trigliserida. Kadar trigliserida yang baik adalah kurang dari 200 mg/dl. Trigliserida berasal dari lemak jenuh hewani dan nabati seperti kacang-kacangan, santan, coklat, nasi, roti, dan gula.

Kelebihan kolesterol atau hiperkolesterolemia ditakuti lantaran bisa mengganggu kesehatan jantung. Dengan berpantang makanan sumber kolesterol, kadar kolesterol darah ini bisa dikurangi. Kalaupun sudah kadung tinggi, bisa diturunkan dengan mengkonsumsi bahan alami seperti seledri, bawang putih, bawang prei, atau temulawak.

Kebiasaan Merokok
Mereka yang mempunyai kebiasaan merokok sangat berisiko untuk terkena PJK karena:
  • Merokok dapat mempercepat terjadinya aterosklerosis melalui iritasi pada dinding pembuluh darah sehingga memudahkan terjadinya endapan kolesterol
  • Menurunkan kadar kolesterol "baik" (HDL)
  • Mempermudah terjadinya pembekuan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah dan mengakibatkan serangan jantung.
Jarang berolahraga
Penelitian memperlihatkan bahwa olahraga (seperti aerobik) yang teratur dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung, meningkatkan kemungkinan hidup apabila terkena serangan jantung, dan mengurangi risiko kematian yang mendadak.

1 komentar:

dokter Anis mengatakan...

Ada terapi kedokteran alternatif yang disebut dengan terapi khelasi EDTA yang dapat mencegah/mengatasi penyakit jantung koroner.
Hubungi klinik Sartika, Jakarta, telpon 021-8504931.

Semoga membantu. Salam.
Anis